Suasana di Desa Sade yang Bikin Betah

Rental Mobil | Paket Wisata | Wedding Car | Shutle & Bus

WISATA DESA SADE

Kalau kamu lagi liburan ke Lombok dan pengin merasakan suasana yang berbeda dari sekadar pantai dan laut, coba deh mampir ke Desa Sade. Tempat ini bukan cuma sekadar desa biasa, tapi desa adat yang masih menjaga tradisi Suku Sasak secara turun-temurun. Begitu sampai di sana, kamu bakal langsung merasa seperti masuk ke mesin waktu—semua yang ada di Desa Sade terasa autentik, dari rumah-rumahnya yang beratap alang-alang, jalanan tanah, sampai kebiasaan warganya yang masih memegang teguh adat istiadat.

Desa Sade ini letaknya di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Nggak jauh kok dari Bandara Internasional Lombok, cuma sekitar 30 menit perjalanan darat. Aksesnya juga gampang, dan banyak banget turis lokal maupun mancanegara yang sengaja mampir ke sini buat melihat langsung kehidupan tradisional masyarakat Sasak yang jarang tersentuh modernisasi. Tapi walau dibilang tradisional, masyarakat Desa Sade tetap ramah banget sama wisatawan. Mereka seneng ngobrol, bercerita tentang adat mereka, bahkan sering ngasih kita kesempatan buat nyobain aktivitas khas mereka.

Salah satu hal paling ikonik dari Desa Sade adalah arsitektur rumah-rumahnya. Semua rumah dibangun tanpa paku atau semen, loh! Dindingnya dari anyaman bambu, lantainya dari tanah yang dicampur kotoran kerbau (katanya biar kuat dan bebas nyamuk), dan atapnya dari ilalang yang ditumpuk rapi. Uniknya lagi, rumah-rumah ini dibangun menghadap ke arah yang sama sesuai dengan kepercayaan adat mereka. Setiap bagian rumah punya fungsi dan nilai filosofi tersendiri. Dan jangan kaget kalau kamu lihat anak-anak kecil main barefoot di sekitar rumah sambil senyum-senyum malu. Suasana di Desa Sade tuh bener-bener hangat dan bikin betah.

Bukan cuma rumahnya yang unik, tapi juga budaya dan kebiasaan masyarakat di sana. Salah satu hal yang bikin banyak orang penasaran adalah tradisi kawin lari yang masih dilakukan hingga sekarang. Jadi di Desa Sade, sebelum pernikahan berlangsung, biasanya calon pengantin pria akan “menculik” calon mempelainya di malam hari. Tapi tenang, ini bukan penculikan beneran kok. Ini bagian dari tradisi mereka, dan biasanya sudah direncanakan bersama. Setelah “diculik”, mereka akan tinggal sementara di rumah keluarga laki-laki, lalu keluarga pihak perempuan akan dihubungi untuk membicarakan proses pernikahan secara adat. Menarik banget, ya?

Selain budaya, Desa Sade juga terkenal sebagai sentra tenun tradisional. Hampir semua perempuan di sini bisa menenun, bahkan anak-anak perempuan sejak kecil sudah diajarkan cara menenun oleh ibu atau nenek mereka. Katanya, di sini seorang gadis belum boleh menikah kalau belum bisa menenun. Kamu bisa lihat langsung proses menenun yang masih pakai alat tradisional dari kayu dan benang-benang alami yang diwarnai dengan bahan-bahan dari alam. Hasilnya? Cantik banget! Kamu juga bisa beli kain tenun langsung dari pengrajinnya, yang pastinya lebih murah dan berkualitas karena dibuat dengan tangan dan penuh cinta.

desa sade

Waktu terbaik buat datang ke Desa Sade adalah pagi atau sore hari biar nggak terlalu panas. Biasanya, ada pemandu lokal dari warga desa sendiri yang akan ngajak kamu keliling, jelasin tentang sejarah desa, kebudayaan, rumah adat, dan kegiatan sehari-hari. Jangan lupa siapin uang kecil ya, karena selain bisa beli oleh-oleh berupa kain tenun, gelang, atau cendera mata khas lainnya, kamu juga bisa kasih apresiasi ke pemandu lokal yang sudah berbagi cerita dan pengalaman.

Buat kamu yang suka foto-foto, Desa Sade juga punya banyak spot instagramable. Mulai dari jalan tanah yang membelah rumah-rumah adat, anak-anak yang bermain dengan latar perbukitan, sampai ibu-ibu yang lagi sibuk menenun. Semuanya alami dan nggak dibuat-buat. Setiap sudutnya punya cerita, dan kamu bakal pulang bawa lebih dari sekadar foto, tapi juga pengalaman budaya yang berharga.

Meskipun sudah jadi salah satu destinasi wisata populer, Desa Sade tetap menjaga keasliannya. Warganya nggak berusaha terlalu “menjual” modernitas, justru mereka bangga menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Di tengah gempuran teknologi dan perkembangan zaman, Desa Sade jadi contoh nyata bahwa menjaga tradisi itu bukan berarti menolak perubahan, tapi memilih untuk hidup dengan nilai-nilai yang diyakini. Dan itu yang bikin tempat ini spesial.

Jadi, kalau kamu lagi nyusun itinerary ke Lombok, pastikan Desa Sade masuk ke daftar destinasi wajib. Nggak cuma dapat pemandangan unik dan spot foto yang keren, tapi juga pelajaran berharga tentang kekayaan budaya Indonesia yang mungkin nggak bisa kamu temuin di tempat lain. Dan siapa tahu, kamu bakal pulang dengan perspektif baru tentang kehidupan yang lebih sederhana tapi bermakna.

Hubungi Kami Sekarang!

Gimana? Apakah sudah siap buat petualanganmu di Kota Lombok? Yuk tunggu apalagi, segera buat reservasinya sekarang juga! Layanan pelanggan kami ramah dan siap membantu Kamu.

Klik logo whatsapp dibawah ini, atau langsung telepon ke nomor dibawah :

Website: relasitransport.id
Telepon: 0822 – 2000 – 2374
Email: relasijayagroup@gmail.com